Penyakit Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

foto_2.jpg

Hati-hati terhadap penyakit jantungan

bawaan (PJB) yang kerap kali diderita oleh bayi yang dilahirkan, namun

jarang disadari! Penyakit jantung ini terjadi pada bayi sejak masih di

dalam kandungan. Tanpa kontrol kandungan yang baik dan berkala, kondisi

bayi sangat rentan terkena penyakit jantung bawaan ini. Adapun cara

penanganan terhadap penyakit ini berbeda satu sama lainnya karena sangat

tergantung dari klasifikasinya, tingkat defek jantung dan kelainan

strukturnya.

Patut diketahui bahwa penyakit ini biasanya terjadi sejak

berkembangnya janin didalam kandungan. Masyarakat awam banyak yang

menyebutnya dengan "jantung bocor". Dalam beberapa kasus, penyakit ini

sering muncul dalam bentuk gabungan seperti yang terjadi pada tetralogi

fallot, dimana ada 4 kelainan dalam jantung. Di Indonesia sendiri yang

memiliki angka kelahiran hidup sebesar 2%, diperkirakan penderita

penyakit jantung bawaannya sekitar 30.000 orang.

Data yang ada melansir bahwa sekitar 1000.000 bayi yang lahir, dan

telah menderita penyakit ini, sebanyak 10%-nya tidak akan melewati tahun

pertama proses kehidupannya (Children Heart Foundation). Penyakit

jantung bawaan ini kerap kali tidak disadari oleh masyarakat awam karena

memang tidak terlihat secara kasat mata. Adapun yang menjadi penyebab

penyakit ini mayoritasnya tidak diketahui, namun disebutkan bahwa

beberapa kelainan genetik seperti campak Jerman dan down sindroma sangat

berhubungan dengan penyakit ini.

Dan berikut merupakan penyakit jantung bawaan pada anak-anak:

1. Ventricular Septal Defect

Penyakit ini sering juga disebut sebagai sekat bilik jantung

berlubang  yang menyebabkan terjadinya kebocoran darah di bilik kiri dan

bilik kanan jantung. Bila lubang bocornya kecil maka SVD ini tidak

menimbulkan masalah berarti. Namun yang berbahaya ialah ketika lubang

kebocorannya besar karena bisa menyebabkan kegagalan jantung. VSD ini

ialah kelainan jantung bawaan yang menurut data, cukup sering terjadi.

Gejala utamanya adalah terjadinya gangguan pertumbuhan, nafasnya pendek,

mudah lelah dan kesulitan ketika menyusui.

2. Pulmonary Stenosis

Atau sering disebut juga dengan penyempitan katup pada paru. Dengan

terjadinya penyempitan paru tersebut maka bilik kanan mesti bekerja

ekstra keras untuk memompa darah katupnya makin membesar. Yang harus

dicermati bahwa PS ini biasanya terdeteksi ketika penderitanya sudah

beranjak dewasa sehingga dampaknya sangat merusak. Makanya memeriksakan

kondisi anak ketika dalam kandungan atau masih bayi merupakan langkah

tepat untuk menobati PS ini.

3. Atrial Septal Defect

Penyakit ini sering juga disebut sekat serambi  jantung berlubang

yakni terdapatnya lubang diantara dua serambi pada jantung. ASD ini

terjadi karena adanya lubang pada sekat yang memisahkan atrium kiri dan

kanan. ASD ini terjadi pada 5 sampai 7% kasus dan lebih mayopritas

terjadi pada bayi perempuan.

4. Tetralogi FallotMungkin

TF ini yang paling kompleks karena merupakan komplikasi yang

melibatkan ketiga kondisi diatas. Biasanya ciri dari bayi yang menderita

TF ini akan memperlihatkan kulit yang membiru karena terjadinya

kekurangan oksigen.

Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan

Peribahasa yang mengatakan "lebih baik mencegah daripada mengobati"

patut benar-benar dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung

bawaan pada si buah hati Anda. Karena bagaimanapun anak merupakan

generasi penerus keluarga sehingga menjamin kesehatan dan

keberlangsungan hidupnya sudah menjadi kewajiban setiap orang tua.

Karena tipe penyakit ini bersifat "silent" maka sebaiknya secara rutin

Anda mengecek kesehatan kandungan baik selama masa kehamilan maupun

pasca kelahiran secara intensif dan berkala.

Beberapa pencegahan berikut ini bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit ini.

  • Melakukan pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan disaat kehamilan

    secara rutin dan teratur sehingga berbagai kelainan (bukan hanya

    penyakit ini) dapat segera diketahui dan diberikan perlakukan medik

    sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

  • Mengenali faktor risiko pada ibu hamil seperti penyakit gula,

    penyakit jantung, kelainan genetik dan lainnya. Meskipun kecil, namun

    faktor risiko itu dapat mempengaruhi bayi yang dikandungnya terkena

    penyakit jantung bawaan ini.

  • Menghindari mengkonsumsi obat-obatan tertentu disaat kehamilan

    karena diketahui bahwa beberapa obat dapat membahayakan janin dalam

    kandungan. Biasanya pemakaian obat dan antibiotika pada ibu hamil hanya

    bisa digunakan jika terdapat indikasi yang jelas.

  • Menghindari dari paparan sinar X atau radiasi dari foto rontgen berulang ketika masa kehamilan.
  • Menghindari asap roko baik pasif apalagi aktif.

Dengan melakukan pencegahan-pencegahan semacam itu maka kemungkinan

besar kelainan-kelainan apapun yang mengancam si buah hati akan bisa

terdeteksi dengan baik. Anda sebagai orang tua juga patut memahami dan

menambah pengetahuan terutama seputar apa-apa saja yang diperbolehkan

dan yang dilarang ketika masa kehamilan dan paska melahirkan.

Sumber :deherba.com

Polling

Bagaimana Pelayanan Rumah Sakit Jantung Binawaluya menurut Anda ?

Baik
Sedang
Kurang